Mengenal PTR (pointer recorder) dan Fungsinya

Mengenal PTR (pointer recorder) dan Fungsinya

Posted on

Buat yang sering instalasi server untuk web hosting tentu akan familiar dengan PTR atau Poiter Recorder. Bagi pemula mungkin saja nama dan fungsi PTR belum begitu dipahami, pada artikel kali ini menjelaskan apa itu PTR dan fungsinya untuk apa.

Penjelasan secara singkatnya PTR record yang bekerja hampir sama dengan fungsi A record yang sudah anda kenal, yang mana A record dapat mempointer sub domain, saya contohkan seperti ini:

Bila anda memiliki sebuah sub domain yang akan di pointer kesalah satu IP maka A record yang bekerja untuk mengaturnya misal sub.masrival.com kemudian di pointer ke 192.168.0.1 maka ilustrasi pada A recordnya seperti ini:

sub.masrival.com A 192.168.0.1

Maka ketika anda melakukan perintah PING ke sub domain tersebut akan mengarah pada IP yang di pointer tadi.

Konsep hampir sama dengan PTR cuma pengaturan PTR yang bisa melakukan hanya pihak ISP dimana IP server anda dapatkan.

Persamaan antara PTR recorder dengan A recorder adalah mempointer sebuah IP, hanya saja PTR mempointer hostname, sebagai contoh anda membangun sebuah server hosting maka anda akan membuat sebuah hostname yang kemudian akan dipointer oleh pihak ISP.

Sebagai contohnya seperti ini
198.226.100.xxx.in-addr.arpa -> hostname.masrival.com

Mengapa web server memerlukan PTR Recorder?

PTR Record sendiri memiliki fungsi untuk outgoing email server, dengan adanya PTR Record server anda semakin handal untuk berkirim email, karena sebagian besar mail server besar seperti gmail akan memeriksa atau melakukan reverse DNS lookup sebelum email diterima.

Alasan provider email besar menerapkan ini tidak lain untuk menghindari dari spammer, dari domain-domain tertentu, gampangnya PTR Record adalah identitas asli server anda.

Untuk cara cek apakah hostname server anda terpointing ke PTR bisa anda melakukan cek di situs intodns.com kemudian lihat pada bagian Reverse MX A records (PTR) jika disana hasilnya ceklis berwarna hijau itu berarti menandakan hostname sudah terpointing dengan baik, tapi bila menunjukan peringatan warna merah itu berarti hostname anda tidak memiliki PTR.

Jika anda menyewa hosting pada salah satu provider biasanya PTR sudah disetting oleh pihak hosting, tetapi bila anda berlangganan VPS maka mintalah IP VPS anda dipointer ke PTR.

Baca juga; Cari Hosting Yang Lengkap dan Murah Seperti Niagahoster?

Kesimpulan

Penggunaan PTR memang sebagian dari beberapa keperluan saja, misalkan anda menggunakan server hosting tersebut untuk kegiatan berkirim email maka PTR Record ini sangat penting.

Tetapi jika server anda digunakan hanya untuk menyimpan file website saja maka anda tidak perlu lagi adanya PTR, sebagian orang menggunakan email profesional seperti G Suite dan Exchange 365.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasan mengenal lebih jauh apa itu PTR Record.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *